Minggu, 02 Oktober 2011

Grup gambar-gambar yang tebar pesona


          Konon idegarink adalah sebuah majalah fotokopian suka-suka yang berisi kompilasi karya anak muda yang beridealis dalam coretan hitam diatas kertas putih yang dianak-pinakkan dengan mesin fotokopi diatas 50 watt dengan tangan terampil mas-mas operator perokok eceran.
          Idegarink sendiri bermula dari ide sebuah teman rendah diri dari scene street punk yang ingin membuat sebuah zine dan kami disitu menjadi pembantu setianya, namun tidak seperti FTV waktu dan takdir berkata lain, zine tersebut menjelma menjadi sebuah fotokopian kumpulan karya dari temen-temen, kenalan, gebetan, pacar dan istri sirih kami yang pengen bereksplorasi dalam coretan.
         Nama idegarink diambil dari nama idegavis yaitu organisasi himpunan mahasiswa D3 desain komunikasi visual UNS Solo yang tak teridentifikasi jejaknya lagi.
          Sekarang idegarink mencoba menghidupkan lagi roh berkarya yang sempat mati suri karena kesibukan dari para PSKnya (PSK=Pasukan Singwes Kerjo) dengan nafas senin kamis, dan dukungan motivasi moril dari es kofemix mbok jum, kami akan terus mencoba eksis di tengah keganasan alam dunia dan polusi deru debu himpitan jaman. Mohon dukungan, do'a restu, fitrah dan kontribusinya agar kita bisa mengalahkan kepopuleran ariel dan luna maya! amin!!!.



Idegarink Fotokopian Magazin

Kumpulan Karya dari Fotokopian

Kitab Idegarink jilid 1# Kompilasi Karya Anak Muda Banyak Gaya
berisi 44 halaman yang menyajikan kelihaian anak muda dalam bersenang-senang dan membebaskan dirinya dalam bereksplorasi tanpa penetrasi bak Drunken Master yang bertemu arak cina.


 
Kitab Idegarink jilid 2# Sumbang Dewasa untuk Indonesia
berisi 44 halaman yang menyajikan kontribusi anak muda untuk kemajuan Indonesia dengan karya imajinasi tanpa dosa yang merasuki setiap inchi dari jempol kaki sampe ujung rambut dalam menggoreskan tinta sampai mbak-mbak konter hp depan tebar pesona.

Kitab Idegarink jilid 3# Lain Dikata Lain Dihati
berisi 44 halaman yang menyajikan konsep yang nyantai, makan dan bebas ngobrol lewat karya yang tertuang dalam kitab garing tapi bisa bikin Tamara Blezensky lupa diri kalo dia sudah menikah.